10 Stadion Unik di Dunia

Stadion unik di dunia menjadi  variasi dalam perkembangan pembangunan stadion di dunia. Hal ini seiring dengan perkembangan teknologi sepakbola sangat pesat.  Kini semakin banyak stadion-stadion baru dibangun dengan teknologi tinggi dan arsitektur modern. Namun demikian, stadion-stadion lama, atau boleh dikatakan  sekedar lapangan sepakbola yang bernilai  sejarah dan unik, tidak serta merta dibongkar.

Berikut  ini Stadion/Lapangan Sepakbola  yang unik yang ada di belahan penjuru dunia.

1.  Stadion Mengapung Marina Bay, Singapura.

Stadion Mangapung ini berada di  Pantai Marina Singapura.  Kapasitas penonton sekitar 30.000 orang. Meskipun tidak ada klub resmi yang  menggunakan Stadion,  lapangan tersebut  ibarat panggung mengambang terbesar di dunia, yang dikerjakan oleh arsitek kelas dunia. Terdapat enam tiang besar yang bertindak sebagai pondasi, dengan harapan  agar  Stadion mengapung ini tidak diayunkan oleh gelombang pantai.

2. Ottmard Hitzfield Stadium, Swiss.


Stadion atau Lapangan sepakbola ini berada di Kota Gspon Swiss. Biasa digunakan klub Gspon FC. Lokasinya di dataran tinggi. Ketinggiannya mencapai 2.000 m diatas permukaan laut (6.561 kaki). Para pemain dan penonton yang akan menuju ke Stadion ini,  harus menggunakan jasa transportasi kereta gantung.
Stadion  ini menggunakan rumput sintetis. soal ketinggian, lokasi Stadion Ottmard Hitzfield di Gspon sebenarnya lebih rendah dibandingkan dengan Estadio Hernando Siles di La Paz, Bolivia yang berada 3.600 meter di atas permukaan laut.

3. Svangaskard Stadium, Kep. Faroe.



Stadion Svangaskard ini berada di Kota Toftir  Kepulauan Faroe. Mampu menampung  6.642 penonton.  Stadion Svangaskard pernah  menjadi penyelenggara dari beberapa pertandingan kelas internasional  selama beberapa tahun, sebelum akhirnya dipindah ke Tórsvøllur di kota Tórshavn, negara Kepulauan Faroe.
Stadion ini terbilang unik karena berada di tepi bebatuan kasar yang membingkai  di Samudra Atlantik. Cerita yang sudah melegenda di sana, bahwa seorang pria di kapal sering turun di  stadion ini untuk mengambil bola yang jatuh dari ujung dunia. hmm….

4. Estádio Municipal de Braga, Portugal.

Stadion ini berada di Kota Braga Portugal. Daya tampungnya adalah 30.000 penonton.
Stadion ini dirancang arsitek pemenang Pritzker Prize Eduardo Souto Moura pada tahun 2003. Menjadi markas Sporting Clube de Braga.  Dan pernah dipakai  untuk gelaran Liga Champions UEFA 2012-2013 .

Sisi keunikan dari stadion ini adalah atap bergaya kanopi yang dihubungkan oleh selusin senar baja. Selain itu, stadion ini dibangun dengan menghancurkan  terlebih dulu sebuah lereng gunung bebatuan granit. Sementara lereng di sisi stadion tidak dihancurkan, sehingga penonton yang tidak mampu beli tiket pertandingan, bisa melihat dari lereng bebatuan granit tersebut.

5. Voždovac Stadium, Serbia.



Stadion Vozdovac berada di kota Belgrade, serbia. Daya Tampungnya 5.200 penonton. salah satu keunikan dari stadion ini, adalah atapnya. Di salah satu sisi atap dari stadion Vozdovac, di bangun Lapangan Tenis. Sehingga bila jenuh bermain Sepakbola di stadion itu, bisa langsung naik ke  atas untuk bermain Tenis.
Stadion ini menjadi markas klub FK Vozdovac,  yang bermain di Superliga serbia. Stadion ini Pertama kali dibuka pada bulan Agustus 2013 setelah dua tahun masa konstruksi. Dan dianggap memenuhi kriteria untuk pertandingan Liga Europa maupun Liga Champions.

6. Estádio Janguito Malucelli , Brasil.


Stadion Janguito Malucelli berada di Kota Curitiba, Brasil.  stadion mini ini mampu menampung 3.150 penonton, sesuai jumlah kursi yang tersedia.
Stadion mini ini merupakan markas klub lokal Malucelli FC, klub kasta keempat dari Strata Liga Brasil. Stadion ini mempunyai ciri khas berupa tempat duduk yang menyatu dengan tanah berumput. Estádio Janguito Malucelli sering disebut sebagai “Ecoestadio”,  sebuah lapangan ramah lingkungan di seluruh negeri.
Klub Janguito Malucelli disponsori perusahaan penghasil energi, itulah sebabnya  segala upaya dilakukan pengelola klub agar  stadion tidak berdampak terhadap lingkungan.  Selain itu, pengelola klub juga berusaha meningkatkan keindahan agung Taman Barigui yang berada di sekitar stadion Malucelli ini.


7. Stadion Gospin Dolac, Kroasia.



Stadion Gospin Dolac berada di Kota Imotski, Kroasia.  Daya tampungnya adalah 4.000 penonton. Dibangun pada tahun 1989 dan kini menjadi markas Klub NK Imotski Kroasia, yang  bermain di Druga HNL, kasta kedua Liga  Kroasia.
Stadion Gospin Dolac  merupakan keajaiban besar dunia sepakbola  karena  sebagai  peninggalan jaman kuno Byzantine. Di sekitar Stadion Gospin Dolac  terdapat Tebing berbatu. Kemudian di belakang Tribun yang berjarak 500 m,  terdapat Danau Biru, Modro Jezero.

8. Cocodrilos Sports Park, Venezuela.

Stadion ini berada di sekitar Taman Olahraga Cocodrilos di Caracas, Venezuela. Lokasinya ada di sebelah lereng gunung.  Arsitektur dari stadion ini tidak biasa, karena dinding stadion ini berdinding plat beton,  yang memberikan tampilan yang sangat tidak biasa.


9.  Estadio Chivas, Mexico.

Estadio Chivas adalah stadion sepakbola  yang menyerupai gunung berapi. Lokasinya ada di Chivas, Guadalajara, Mexico.  Atapnya dibuat warna putih, sehingga seperti gunung berapi yang meletus dan mengeluarkan asap putih. Penonton yang akan menyaksikan pertandingan sepakbola di stadion tersebut, terlebih dulu memasuki pintu masuk terowongan, yang seakan-akan memasuki  gua.

Stadion ini dirancang arsitek kenamaan Jean Marie Massaud dan Daniel Pouzet. Bila stadion ini sedang tidak dipakai untuk pertandingan,  stadion ini digunakan sebagai tempat rekreasi umum.

10. Stadion Dubroc, Slovakia.



Stadion Dubroc ini berada di wilayah Cierny Balog, Slovakia. Klub yang biasa memanfaatkan stadion ini adalah TJ Tatran Cierny Balog. Stadion terbilang unik, karena  di pinggir lapangan sering sekali  Kereta Api  sedang  melintas. Bukan kereta api yang salah, karena  Rel Kereta Api lebih dulu dibangun daripada Lapangan Sepakbolanya.
Lintasan kereta api ini sudah dibangun sejak tahun 1909. Kereta api yang melintas biasanya mengangkut hasil  hutan dan tambang. Panjang  rel ini sekitar 132 Km, yang menghubungkan kota Cierny Balog dan Hrone, Slovakia.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *