Madura United Stress di Pekan ke-33

Madura United Stress di Pekan ke-33 ! Ya, memang benar. Jika anda menyaksikan laga tensi tinggi  antara Madura United lawan Bhayangkara FC di pekan ke-33, hari Rabu (8/11/2017), barangkali anda akan geleng-geleng kepala. Itu baru anda, Madura United lebih stress melakoni.

Baca : Liga 1/2017, Mirip Liga Indonesia Tahun 2004

Inilah beberapa poin yang membuat Madura United Stress di pekan ke-33:

Poin 1, Sebelum laga lawan Bhayangkara FC, Madura United sudah dilarang menggelar pertandingan dengan penonton. Hukuman laga tanpa penonton  masih berlaku. Otomatis  tidak ada pemasukkan untuk mengisi kas Madura United.

Poin 2, Menggelar nobar (nonton bareng) sudah lazim dilakukan suporter/pendukung  suatu tim, begitu juga bagi pendukung Madura United. Kenyataannya, acara nobar di samping stadion dibubarkan aparat.

Poin 3, Beberapa jam sebelum Madura United bertarung lawan Bhayangkara FC, para pemain, official, termasuk panitia pertandingan sudah dibuat stress oleh oleh Aparat Kepolisian.

Menurut twitter resmi @MaduraUnitedFC, sebelum pertandingan dimulai, ruang ganti Madura United dipenuhi aparat kepolisian. Dalam akun itu Madura United menulis cuitan “Suasana Ruang Ganti Madura United FC, sebelum pertandingan. Kami ini tuan rumah Pak Polisi, dan kami mau main bola”

Di cuitan berikutnya lebih ngeri lagi “Madura United sebagai tuan Rumah, kursi VVIP penuh aparat. Bahkan kami hrs bayar mrk yang nonton manis a/n keamanan. Duuh”

Poin 4, Ketika pertandingan berlangsung, Madura United harus bermain dengan 8 pemain,karena 3 orang pemain terkena kartu merah, yaitu Peter Odemwingie, Risky Dwi, dan Fandi Eko Utomo. Alhasil, Madura United ditekuk Bhayangkara FC dengan skor 1-3.

Mengenai kekalahan dan 3 kartu merah ini, pemain Madura United Bayu Gatra mengeluhkan kinerja wasit. Menurut Bayu Gatra, wasit tidak adil dan cenderung berat sebelah.

Usai laga menegangkan, Presiden Klub Madura United Ahsanul Qosasi mengatakan “Alhamdulillah kami bisa melewati pertandingan, walaupun dengan hati gusar & sedih. Spkbola itu tontonan senang, bukan tuntunan menang”

Akun @MaduraUnitedFC nge-Twit lagi “Bermain dg rasa takut dan gusar..pasti tidak akan maksimal..Madura Cuma takut sama Bedil…”

Apakah semua ini sudah dikondisikan agar Bhayangkara FC menjadi Juara Liga 1 ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *