MENGENAL FORWARD ATAU PENYERANG DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA

MENGENAL FORWARD ATAU PENYERANG DALAM PERMAINAN SEPAKBOLA

Forward dalam istilah sepakbola bisa disebut sebagai seorang Penyerang. Di beberapa liga profesional menyebutnya striker, di liga yang lain lebih familier dengan istilah Forward. Forward adalah pemain yang bermain paling dekat dengan tim lawan (gawang lawan), dan tugas utamanya adalah mencetak gol.

Posisi seorang Forward yang maju mendekati gawang lawan, membuat tanggungawab  terhadap daerah pertahanannya sendiri menjadi  terbatas. Tugas Forward memang bukan menjaga daerah pertahanan, tetapi bertanggung jawab terhadap setiap peluang bola menjadi sebuah gol.

Formasi tim modern umumnya mencakup satu sampai tiga Forward, misalnya formasi 4-2-3-1 yang umum mencakup seorang Forward. Sedangkan formasi yang  tidak konvensional,  mungkin bisa lebih dari tiga Forward.

  1. Centre-Forward atau Penyerang  Tengah

Peran utama dari seorang pemain di posisi Centre-Forward adalah mencetak gol  sebanyak mungkin untuk timnya.

Seorang Centre-Forward tidak hanya mendapat tugas mencetak gol, ia juga berhak melakukan Penguasaan Bola (ball possession) sebanyak mungkin.  Kemudian menekan daerah pertahanan lawan, sebelum memberikan umpan pada rekan satu tim untuk mencetak gol.

Hal ini biasanya membutuhkan  pergerakan dan kecepatan yang lebih baik.

Sebagian besar front-forward modern beroperasi di depan striker kedua atau gelandang serang tengah, dan melakukan sebagian besar penguasaan bola di luar kotak penalti.

Peran seorang Centre-Forward saat ini  kadang dipertukarkan dengan gelandang serang, terutama dalam formasi 4-3-1-2 atau 4-1-2-1-2.

Istilah “target man” sering digunakan untuk menggambarkan jenis striker tertentu yang peran utamanya adalah memenangkan bola tinggi di udara, dan menciptakan peluang gol.

Pemain ini biasanya tinggi dan kuat secara fisik, mahir menguasai bola. Istilah Centre-Forward diambil dari formasi sepak bola awal yang bermain, dimana ada lima pemain di depan. Dengan perincian,  dua pemain depan luar, dua di depan, dan satu pemain tengah. Satu pemain tengah itulah yang disebut Centre-Forward.

Robert Lewandowski, Centre-Forward andalan Bayern Munich dan Polandia.

Baca : Rahasia Sukses Tendangan Bebas

  1. Striker

Peran striker agak berbeda dari seorang Centre-Forward, meskipun istilah centre-forward dan striker digunakan secara bergantian saat ini, karena keduanya bermain lebih maju mendekati gawang lawan, dibanding pemain lain.Contoh yang paling gampang untuk posisi ini adalah Zlatan Ibrahimovic.

Sama halnya seorang Centre-Forward, peran konvensional seorang  Striker adalah mencetak gol. Oleh karena itu, striker dikenal karena kemampuan mereka untuk membongkar pertahanan lawan kemudian mencetak gol, atau menerima umpan lalu mencetak gol.

Mereka biasanya pemain cepat dengan kontrol bola yang bagus serta kemampuan menggiring bola yang luar biasa. Contohnya adalah Michael Owen, Owen  adalah striker  yang memiliki keunggulan kecepatan, sehingga ia bisa mengelabuhi pemain  bertahan yang memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan besar.

Striker yang baik harus percaya diri, mampu melepaskan tendangan (tembakan) dengan kedua kakinya, memiliki kekuatan dan akurasi yang hebat. Ia juga harus  memiliki kemampuan menjalin komunikasi dengan rekan setimnya,  dan yang lebih penting adalah mampu menguasai  bola di bawah tekanan dalam situasi apapun.

  1. Second Striker

Second Striker bisa juga disebut Deep-Lying Forwards.

Second Striker  memiliki sejarah panjang dalam permainan, namun terminologi untuk menggambarkan aktivitas bermain mereka telah bervariasi selama bertahun-tahun.

Awalnya, pemain semacam itu disebut  Inside Forward atau Deep Lying Forwards yang kreatif. Pada perkembangan berikutnya, muncul istilah  yang lebih mengena, yaitu Second striker ( striker kedua) atau striker bayangan.

Second Striker biasanya mengenakan kaos bernomor Punggung 10, seperti halnya Diego Maradona di timnas Argentina. Maradona adalah seorang Second Striker alias Gelandang Serang atau Playmaker.

Karena posisinya hanya Second Striker, ia tidak mempunyai tanggung jawab yang besar  mencetak gol. Tugas utama seorang Second Striker, adalah memberikan umpan matang kepada Striker Murni agar  bisa mencetak gol.

  1. Inside Forward atau Penyerang Dalam

Pada formasi 2-3-5 dengan 5 pemain di depan, maka posisi Inside Forward adalah persis disamping Centre-Forward. Pada formasi ini, tentu saja ada dua orang pemain sebagai Inside Forwards.Perannya adalah mendukung Centre-Forward.

Posisi Inside Forward populer digunakan pada akhir abad ke-19 dan paruh pertama abad ke-20. Perannya secara luas mirip dengan posisi  second striker dalam sepakbola modern, meski di sini ada dua pemain seperti itu, yang dikenal dengan baik di dalam sebelah kanan dan di kiri.

Dalam sepakbola  modern, pemain berposisi Inside Forward telah didorong ke depan untuk menjadi penyerang dengan formasi 4-3-3. Di lain waktu, ia bisa kembali ke lini tengah dan yang lainnya tetap berada di depan dengan formasi 4-4-2.

  1. Outside Forward atau Penyerang Luar.

Seorang pemain Outside Forward  bermain di depan dan menyerang dari sektor  sayap kanan atau kiri. Biasanya sebagai bagian dari formasi 2-3-5 atau salah satu variannya.

Saat ini taktik dan strategi dalam permainan sepak bola telah banyak  berkembang,  dan pemain sayap telah kembali menjadi gelandang. Banyak komentator dan analis sepak bola masih mengacu pada posisi sayap sebagai “di luar kanan” dan “di luar kiri”.

  • Adapun Tanggung jawab pemain di posisi Outside Forward ;

a. Mencetak Gol; pilihan pertama mereka adalah menembak agar terjadi gol, sementara pilihan kedua mereka adalah mencari cara lain untuk menciptakan peluang gol bagi tim.

b.Mengirim/Mengumpan Bola : ketika mereka berlari ke sudut tembakan yang tidak mungkin menjadi gol, mereka harus menemukan cara untuk mengirim/mengumpan  bola ke tengah area kotak penalti, yang memungkinkan pemain di sektor tengah dapat mencetak gol.

  • Karena tanggung jawab semacam ini, maka seorang pemain Outside Forwards harus ;

a. Mahir dalam menggiring bola dan menghindari pemain bertahan lawan.

b. Seorang Outside Forwards juga harus memiliki Kecepatan. Ini sebagai kebutuhan utama untuk menghasilkan serangan balik yang efektif.

  1. Winger atau Pemain Sayap

Winger atau Pemain Sayap adalah pemain menyerang yang ditempatkan dalam posisi yang lebih luas. Mereka dapat diklasifikasikan sebagai Forward, mengingat asal mereka sebagai posisi Outside Forward.

Meski demikian, Winger tetap dikelompokkan sebagai pemain tengah, ini mengacu pada  pertandingan sepakbola Inggris yang lebih sering menerapkan formasi 4-4-2.

Seorang Winger umumnya seorang  pemain tercepat dalam tim, dan biasanya memiliki kemampuan dribbling yang bagus pula. Cristiano Ronaldo adalah contoh  seorang Winger yang produktif.

Hasil gambar untuk ronaldo
Cristiano Ronaldo, salah seorang Winger yang produktif.

Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi kecenderungan seorang Winger  ditempatkan diposisi yang berbeda. Harapannya adalah, ia dapat mengeksplore kakinya yang lebih kuat untuk menendang bola.

Taktik ini pernah digunakan oleh Frank Rijkaard ketika masih melatih Barcelona. Rijkaard memindahkan Lionel Messi dari sayap kiri ke sayap kanan.

  1. False 9.

False 9 (False Nine) adalah penyerang palsu.  Dalam beberapa hal mirip dengan peran gelandang serang / playmaker yang lebih maju. False 9 adalah striker tunggal yang tidak biasa, atau  pemain depan yang turun jauh.

Sebuah tim  bisa menempatkan pemain berkarakter  False 9 dengan tujuan menciptakan masalah bagi lawan. Lawan akan terkecoh karena hanya  fokus menjaga penyerang utama.

Istilah ini berasal dari angka tradisional, yaitu angka 9, dimana seorang pemain yang menggunakan nomor punggung 9 dianggap sebagai Penyerang Tengah (Centre-Forward yang paling layak untuk dijaga.

Faktanya bahwa pemain bernomor punggung 9  kadang-kadang berada di daerah pertahanan,  dan jika sudah ada kesempatan menyerang ia akan bergerak melewati pemain belakang lawan untuk mencetak gol.

False 9 pertama di Piala Dunia adalah Juan Peregrino Anselmo di tim nasional Uruguay, meskipun ia tidak dapat memainkan pertandingan melawan Argentina di Piala Dunia 1930 karena cedera.

AS Roma di bawah manajer Luciano Spalletti, pernah  menggunakan jasa Francesco Totti sebagai seorang False 9. Totti  sebagai gelandang serang atau trequartista, tampil di depan dalam formasi  4-6-0 yang inovatif. Dengan False 9 semacam ini, Roma bersama Luciano Spalletti pernah menghasilkan  11 kemenangan berturut-turut.

Kemudian Arsenal di bawah Arsene Wenger memanfaatkan Robin van Persie sebagai False 9.

Di Euro 2012, manajer Spanyol Vicente del Bosque  menggunakan striker utama Fernando Torres, tapi sekaligus memasang False 9 pada seorang Cesc Fabregas dalam beberapa pertandingan, termasuk final.

Cesc Fabregas, False 9 di tim Spanyol.

Pada akhir 2012, False 9 telah “mainstream” dengan banyak klub yang menggunakan versi sistem. Lionel Messi dari Barcelona telah menjadi eksponen dari False 9 yang berhasil banyak dalam beberapa tahun terakhir, baik dibawah pelatih Pep Guardiola,  Tito Vilanova sampai Ernesto Valverde.

Satu pendekatan untuk menghentikan serangan False 9,  adalah menciptakan kemacetan di lini tengah dengan cara menempatkan  beberapa pemain kembali pada peran yang lebih defensif. Strategi  bertahan ‘parkir bus’ ala Jose Mourinho mungkin salah satu yang bisa diterapkan.

Itulah sekilas pengetahuan tentang Forward atau Penyerang Dalam Permainan Sepakbola.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *