DEFENDER (BEK) ATAU PEMAIN BERTAHAN DI PERMAINAN SEPAKBOLA

DEFENDER (BEK) ATAU PEMAIN BERTAHAN DI PERMAINAN SEPAKBOLA

Defender (Bek) atau Pemain Bertahan merupakan salah satu posisi  di dalam Permainan Sepakbola. Defender atau Pemain Bertahan  adalah pemain  yang peran utamanya adalah mencegah pemain lawan agar tidak bisa mencetak gol.

Seiring perkembangan sepakbola yang kian modern, posisi seorang Defender (Bek) atau Pemain Bertahan, saat ini makin beragam. Minimal  ada empat jenis defender alias Pemain Bertahan/Bek yang sering kita jumpai,  yaitu Centre-back (Bek Tengah), Sweeper/Libero (Penyapu), Full-back, dan Wing-back (Bek Sayap).

Mari kita bahas satu persatu  posisi seorang Defender (Bek) atau Pemain Bertahan di Permainan Sepakbola.

  1. Centre-back (Bek Tengah)

Centre-back  atau biasa disebut Bek tengah ,  adalah seorang pemain  bertahan  yang ‘wilayah   kerja’ nya  di area kotak pinalti.  Tugas utamanya  tentu saja  menjaga area tersebut dari serangan-serangan lawan agar  tim penyerang tidak bisa mencetak gol.

Seorang Centre-back melakukan tugasnya dengan menghalangi tembakan,  mengantisipasi bola silang, mencegat  umpan, dan bersaing dengan  para pemain depan dalam perebutan bola udara di depan gawang, agar tidak terjadi gol.

Jika dalam keadaan menguasai  bola, seorang Centre-back  diharapkan bisa memberi umpan panjang pada pemain tengah atau depan.

Dibutuhkan banyak keterampilan untuk seorang pemain di posisi Centre-back, diantaranya harus  selalu bekerja sama dengan Pemain Bertahan yang lain. Kerja sama yang bagus akan membuat  tim menjadi lebih aman dan nyaman.

Kerja sama pemain belakang  yang bagus dapat kita lihat dari pasangan John Terry dengan Ricardo Carvalho di Chelsea, Nemanja Vidic dengan Rio Ferdinand di Manchester United, ataupun Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci  di Juventus.

Dalam kondisi normal, seorang Centre-back memang jarang mencetak gol, Namun, saat tim mereka melakukan tendangan sudut atau umpan crossing, pemain Centre-back bisa bergerak maju ke area penalti lawan.

Seorang Centre-back bisa mencetak gol lewat bola-bola lambung yang meluncur di depan gawang. Jika Centre-back melakukan serangan semacam ini, pemain bertahan  ataupun gelandang yang lain,  untuk sementara mengisi pos yang ditinggalkan centre-back.

Dalam permainan modern, kebanyakan tim menggunakan dua atau tiga Centre-back. Misalnya  Formasi 4-2-3-1, 4-3-3, dan 4-4-2 semuanya menggunakan dua Centre-back.

Skema dengan dua pemain di posisi Centre-back.

Ada dua strategi pertahanan utama yang digunakan oleh Centre-back: Pertama Pertahanan Zonal, di mana masing-masing Centre-back  menjaga  area tertentu di lapangan. Kedua, Pertahanan  Man-to-man marking, di mana setiap Centre-back memiliki tugas untuk menutupi pergerakan pemain yang mencoba memasuki area pertahanan.

  1. Sweeper/ Libero atau Penyapu

Sweeper / Libero atau Penyapu adalah bek tengah yang perannya  lebih serbaguna, salah satu diantaranya “menyapu” bola jika lawan berhasil menembus garis pertahanan.

Posisi ini  lebih fleksibel daripada pemain bertahan lainnya. Itulah sebabnya  pemain semacam ini kadang-kadang juga disebut seorang Libero. Formasi yang pas untuk Sweeper atau Penyapu, adalah  5-3-2.

Seorang Sweeper/Libero  diharapkan  dapat membangun sebuah serangan  balik, karena ia memiliki  kontrol bola dan kemampuan passing yang lebih baik daripada Centre-back. Hanya saja Sweeper/Libero mempunyai keterbatasan, yaitu ia harus bertanggung jawab  mengamankan daerah pertahanannya sendiri.

Di tahun 1960-an, Italia memiliki seorang Sweeper/Libero terkenal, namanya Armando Picchi. Ia hanya ‘berkeliaran’ di sekitar  garis belakang areanya sendiri. Sistem pertahanan Catenaccio menjadi terkenal, salah satunya  karena peran dari Armando Picchi.

Seorang Sweeper/Libero  yang lebih modern,  tidak hanya  menjaga pemain lawan atau hanya bertugas ‘menyapu’ bola liar saja, tetapi  juga ikut bergerak melakukan serangan atau justru membangun serangan dari bawah.

Ada banyak contoh pemain kelas dunia yang mengisi pos Sweeper/ Libero, seperti Franz Beckenbauer (Jerman), Bobby Moore (Inggris), Franco Baresi (Italia), Ronald Koeman (Belanda), Fernando Hierro (Spanyol), dll. Para Sweeper itu memiliki keterampilan mengolah bola yang hebat, visioner, dan kemampuan passing yang bagus.

Sebuah Formasi dengan seorang Sweeper.

Pada Kejuaraan Sepakbola Piala Eropa 2004 (Euro 2004), pertahanan Yunani sulit ditembus lawan, karena Pelatih Yunani Otto Rehhagel memasang Sweeper/Libero tangguh bernama Traianos Dellas.  Traianos  Dellas pun turut  berjasa  mengantarkan Yunani  merebut Juara  Piala Eropa 2004.

Saat ini Sweeper/Libero dianggap posisi usang dan jarang dipakai dalam formasi sepak bola modern. Sebuah tim lebih nyaman menerapkan Zonal Marking dan jebakan Offside. Tugas seorang Sweeper/Libero diserahkan pada Kiper. René Higuita, Manuel Neuer, dan Hugo Lloris, adalah beberapa contoh Kiper yang mahir menjalankan tugas sebagai seorang Sweeper/Libero.

Baca Juga : Beberapa Jenis Gelandang atau Midfielder di Permainan Sepakbola

  1. Full-back

Full-back merupakan  salah satu Defender/Bek atau Pemain Bertahan di Permainan Sepakbola. Ia berada di area belakang sebelah kanan dan kiri, dan kita lebih sering menyebut dengan istilah Bek Kanan atau Bek Kiri.

Tugasnya menguasai daerah pertahanan di sisi pinggir  lapangan. Dalam permainan modern, seorang Full-back mengambil peran yang lebih menyerang daripada hanya sekedar bertahan, meski,kadang tumpang tindih dengan peran Winger. Jika sebuah tim menerapkan formasi 4-4-2 tanpa Winger, ini mengharuskan seorang  Full-back bekerja keras menutupi  sisi pinggir lapangan dari belakang hingga depan.

Berikut ini beberapa tanggung jawab seorang Full-back di sepakbola modern ;

  1. Menjaga pemain lawan yang akan menyerang dari sektor pinggir lapangan.
  2. Memberikan umpan silang (umpan crossing) ke area kotak pinalti lawan.
  3. Melakukan lemparan bola ke dalam (Throw-in)
  4. Menjaga Winger lawan ataupun penyerang lainnya.
  5. Disiplin di garis pertahanan, dan memastikan rekan setim tidak terlalu turun ke garis pertahanan.
  6. Memberikan pilihan umpan-umpan di sisi lapangan, sambil sesekali menciptakan peluang untuk menyerang.
  7. Dalam formasi tanpa Winger, seorang Full-back perlu menutupi pergerakan Winger  lawn atau Gelandang lawan. Dengan demikian posisi Full-back bisa diisi oleh Centre-back.

Karena tuntutan fisik dan teknis dari posisi mereka bermain, seorang Full-back  yang sukses membutuhkan beragam ketrampilan, yang membuat mereka cocok untuk adaptasi terhadap peran lain di lapangan, sehingga mereka bisa bermain di beberapa posisi berbeda.

Contoh yang agak menonjol adalah  Full-back Real Madrid Sergio Ramos. Ramos bisa bermain posisi Full-back, Centre-back, kadang pemain sayap.

Berikut Beberapa Ketrampilan lain yang perlu dimiliki seorang Full-back ;

  1. Memiliki kecepatan dan stamina untuk menguasai area sisi pinggir lapangan, dari belakang sampai depan.
  2. Memiliki kerja sama dan tanggung jawab tim yang bagus.
  3. Memiliki kemampuan untuk menjaga wilayahnya, serta kemampuan melakukan tackling yang aman dan tidak beresiko.
  4. Memiliki kemampuan mengolah bola yang bagus, dan pintar menciptakan peluang menyerang bagi tim.
  5. Memiliki kemampuan menggiring bola. Di banyak kasus, para pemain di posisi Full-back adalah seorang dribbler yang sangat bagus , yang bisa membantu kinerja Winger.
  6. Memiliki Kecerdasan. Seorang pemain di posisi Full-back biasanya cerdas dalam membaca  permainan. Jika kurang pintar membaca arah permainan, dirinya mudah terpancing keluar dari area-nya, yang bisa menyebabkan celah dan mudah dimasuki penyerang lawan.

Kerentanan ini adalah alasan mengapa Winger dari tim lawan  dianggap berbahaya bagi Full-back . Itulah sebabnya seorang Full-back dituntut  cerdas dan selalu  fokus  menjaga daerah pertahanannya.

Phillip Lahm, sukses menjalankan peran sebagai Full-back.
  1. Wing-back (Sayap Belakang)

Posisi Wing-back adalah variasi modern dari Full back , dengan penekanan lebih berat pada serangan. Seorang pemain yang menempati Wing-back, mempunyai kewajiban  untuk ikut  membantu penyerangan daripada bertahan.

Dalam evolusi permainan sepakbola modern, Wing-back adalah kombinasi dari Winger dan Full-back.  Wing-back dianggap lebih berpetualang daripada Full-back. Ia diharapkan  dapat memanfaatkan lebar lapangan jika sebuah tim tanpa menggunakan Winger.

Diperlukan stamina yang luar biasa untuk seorang Wing-back, karena ia juga dituntut untuk  dapat memberikan umpan silang ke area kotak pinalti lawan. Selain itu, Wing-back juga harus bisa bertahan secara efektif  menghadang serangan lawan.

Seorang Defensive Midfielder (Gelandang bertahan), biasanya akan menutupi celah yang ditinggalkan Wing-back. Celah yang kosong itu  juga dapat ditempati oleh  Winger  dan Gelandang Sayap, jika sebuah tim menerapkan formasi tiga bek tengah (Centre-back).

Contoh bagus dari posisi Wing-back ini antara lain Dani Carvajal (Spanyol), Juan Cuadrado (Kolombia), Marcelo, Cafu, Alex Sandro, Dani Alves, Maicon, dan Bruno Peres (Brasil), Victor Moses, Marcos Alonso (Chelsea), Kyle Walker dan Benjamin Mendy (Manchester City), Antonio Valencia dan Ashley Young (Manchester United), Danny Rose (Tottenham Hotspur), Philip Lahm dan Joshua Kimmich (FC Bayern Munich).

Defender (Bek) atau Pemain Bertahan di Permainan Sepakbola, di era ke depan dimungkinkan akan ada varian baru, seiring perkembangan sepakbola yang makin modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *