GOALKEEPER (KIPER) ATAU PENJAGA GAWANG DI PERMAINAN SEPAKBOLA

GOALKEEPER (KIPER) ATAU PENJAGA GAWANG DI PERMAINAN SEPAKBOLA

GoalKeeper (Kiper) atau Penjaga Gawang adalah salah satu pemain di dalam permainan sepakbola. Ia memiliki peran vital, sama dengan pemain lain yang menempati posisi Bek, Gelandang, atau pun Penyerang. Peran utama seorang Kiper adalah menangkap bola atau menghalau bola, yang akan memasuki gawang atau garis gawang.

Di dalam area kotak penalti,  kiper  mendapatkan hak istimewa untuk menggunakan tangan, baik menangkap atau membuang bola agar tidak terjadi gol.

Namun ada sedikit pengecualian, pada kasus tertentu Kiper tidak boleh memegang/menangkap bola. Misalnya, ketika terjadi goal-kick/tendangan gawang, Kiper mengirim bola ke rekan satu tim, dan rekan satu tim itu mengirim kembali pada Kiper, dan Kiper menangkap dengan Tangan. Kasus semacam ini tidak diperbolehkan.

Ketika bola melewati garis gawang dan tidak gol, Kiper mendapat hak untuk melakukan Goal-kick/tendangan gawang. Kiper juga berhak memerintah pemain bertahan untuk melakukan Goal-kick.

Pergantian Kiper.

Seperti halnya pemain lain, Kiper juga bisa diganti oleh pemain lain. Pergantian Kiper bisa disebabkan oleh beberapa hal, misalnya untuk penyegaran, mencoba kiper usia muda, karena kiper inti mengalami cedera, karena terkena kartu merah, atau karena strategi tim.

Jika Kiper mendapatkan hukuman Kartu Merah, Kiper tersebut harus keluar. Tim boleh mengganti dengan kiper cadangan, dengan catatan ada pemain lain yang dikorbankan untuk ‘dikeluarkan’.

Bagaimana jika pergantian pemain sudah habis ?

Jika pergantian pemain sudah habis, pemain lain harus siap menjadi kiper. Pemain lain yang menjadi kiper, bisa diambil dari pemain bertahan, gelandang, atau pun penyerang.

Jadi Kiper sampai usia tua.

Banyak kasus terjadi, sebuah tim tetap memainkan Kiper sampai usia lanjut. Kenapa demikian ? Karena posisi Kiper tidak terlalu banyak menguras energi ketika bermain. Lain halnya dengan pemain depan, tengah, dan belakang,  yang banyak mengandalkan fisik dan stamina ketika bertanding.

Kiper yang bermain sampai usia diatas 40 tahun adalah Peter Shilton. Peter Shilton adalah mantan Kiper Timnas Inggris. Ia pensiun menjadi Kiper di usia 47 tahun.

Peter Shilton, Kiper kawakan dari Inggris.

Nomor Punggung Kiper.

Kiper (GoalKeeper) atau Penjaga Gawang di permainan sepakbola, umumnya memakai jersey dengan nomor punggung 1. Ini sebagai tanda bahwa ia adalah Kiper utama. Namun seiring perkembangan sepakbola yang kian maju, saat ini banyak Kiper utama yang tidak selalu memakai jersey dengan nomor punggung 1.

Baca Juga : Prosedur Penanganan Cedera Kepala-Leher Pada Pemain Sepakbola

A. Peraturan Untuk Kiper.

Pada awalnya kiper  bermain di antara tiang gawang dan memiliki pergerakan terbatas, kecuali ketika mencoba menyelamatkan tembakan  dari  tim lawan. Seiring perkembangan jaman, peran Kiper telah berubah, karena perubahan sistem bermain. Kiper kini memiliki peran yang lebih aktif dan memiliki mobilitas yang lebih.

Kiper adalah satu-satunya pemain yang diizinkan menggunakan tangan untuk memegang  bola. Peraturan Permainan  memungkinkan kiper untuk  dapat memegang bola di setengah lapangan mereka. Hal ini direvisi pada tahun 1912, membatasi penggunaan tangan oleh kiper ke area penalti.

Karena beberapa teknik membuang-buang waktu yang digunakan oleh kiper, seperti memantulkan bola ke tanah atau melemparkannya ke udara dan kemudian menangkapnya lagi, maka pada tahun 1960-an, Peraturan Permainan direvisi.

Dan hasil revisinya antara lain,  kiper diberikan maksimal empat langkah ketika sambil memegang, memantul atau melempar bola ke udara, dan menangkapnya lagi, sebelum permainan/pertandingan dilanjutkan kembali.

Pada tahun 1992, Dewan Asosiasi Sepak Bola Internasional membuat perubahan peraturan  permainan yang cukup berpengaruh untuk Kiper, yaitu soal umpan balik atau Back-pass. Aturan ini melarang kiper memegang bola saat menerima umpan Back-pass yang disengaja dari rekan setimnya.

Perubahan peraturan ini dibuat untuk mencegah pemborosan waktu dan permainan yang terlalu defensif. Mereka beranggapan, setelah Piala Dunia 1990, banyak pertandingan membosankan karena  penuh dengan Back-pass.

Selain itu, kiper sering menjatuhkan bola,  menggiring bola ke sana kemari, kemudian mengambilnya lagi setelah lawan mendekat  untuk merebut bola. Sebuah teknik membuang-buang waktu yang sangat umum terjadi.

Oleh karena itu, peraturan lain diperkenalkan bersamaan dengan aturan back-pass. Aturan ini melarang kiper memegang bola lagi setelah dia melepaskannya untuk dimainkan. Jika ini dilanggar,  akan menghasilkan tendangan bebas tidak langsung bagi tim lawan.

Pada tanggal 1 Juli 1997, FIFA juga menetapkan bahwa jika kiper memegang bola lebih dari lima atau enam detik, wasit harus memutuskan ini sebagai pemborosan waktu dan memberikan tendangan bebas tidak langsung untuk  tim lawan.

Baca Juga : DEFENDER (BEK) ATAU PEMAIN BERTAHAN DI PERMAINAN SEPAKBOLA

B. Teknik Umum Bermain

Posisi Kiper adalah yang paling khusus dari semua posisi di lapangan. Tidak seperti pemain lain, Kiper dapat memegang  bola dengan tangan di area kotak penalti.

Namun di luar kota pinalti, Kiper memiliki keterbatasan  seperti halnya pemain lain. Untuk mencegah terjadinya gol, seorang Kiper bisa menangkap bola sambil menjatuhkan diri. Ketika menangkap bola, kadang bola terlepas. Dalam kondisi seperti ini, Kiper harus memastikan  bahwa bola tidak direbut tim lawan.

C. Tanggung Jawab Seorang Kiper.

Berikut ini beberapa tanggung jawab seorang Kiper ;

– Menjaga gawang agar tidak terjadi gol, menangkap, memblokir atau menghalau bola dengan menggunakan tangan atau  bagian tubuh yang lain. Kiper diperbolehkan untuk bermain bola di mana saja di lapangan, tapi tidak  diperbolehkan menyentuh/memegang bola di luar area kotak pinalti.

– Mengatur para pemain bertahan, ketika tim lawan akan melakukan tendangan sudut atau tendangan bebas. Jika terjadi tendangan bebas, Kiper  bisa meminta bantuan para pemain bertahan atau pemain lainnya, untuk menjadi ‘pagar betis’. Pagar Betis ini berfungsi menahan laju bola, ketika tendangan bebas dilakukan tim lawan.

-Jika terjadi umpan crossing dari tim lawan, Kiper  harus sigap dengan melakukan tangkapan atau bahkan meninju bola yang akan mengarah ke gawang.

Tanggung Jawab yang lain ;

  1. Sebagai Kiper sekaligus Penyerang.

Kiper tidak diharuskan tinggal di area penalti terus menerus, ia  diperbolehkan  maju ke area pertahanan  lawan untuk ikut menyerang.

Penjaga Gawang yang memiliki kelebihan lemparan jauh atau tendangan jarak jauh,  bisa dijadikan alternatif  untuk melakukan serangan dari bawah. Sebuah strategi  yang dikenal dengan bola panjang.

  1. Jadi Kiper sekaligus Sweeper.

Tahun 1950-an, Gyula Grosics dari Hungaria  dianggap sebagai kiper pertama yang bermain sebagai Sweeper.  Gaya bermain yang seakan-akan terburu-buru yang dipakai  legenda Liverpool Bruce Grobbelaar di era 1980-1990, membuatnya menjadi salah satu Sweeper  asli di era modern.

Sementara itu Kiper René Higuita adalah contoh  lain yang dikenal karena tekniknya yang tidak lazim dalam menyapu bola,namun terkadang ia sembrono.

Pada tahun 2011, Manuel Neuer  tampil  sebagai Kiper sekaligus Sweeper hebat, karena kecepatan dan gaya permainannya yang unik.

Hugo Lloris (Prancis) dan Fabien Barthez dan Edwin van der Sar (Brasil), juga mahir  sebagai Kiper dan Sweeper. Sementara itu  Claudio Bravo bahkan bahkan trampil sebagai playmaker.

  1. Jadi Pencetak Gol.

Adakah Kiper yang juga bisa mencetak gol ? Ada ! Beberapa kiper di dunia telah melakukan hal itu. Kiper yang mencetak gol biasanya melalui Tendangan Bebas, tendangan pinalti  atau bermula dari Sepak Pojok.

Beberapa Kiper yang sering mencetak gol, antara lain Rene Higuita, Rogério Ceni, Hans-Jörg Butt dan José Luis Chilavert. Bahkan  Rogerio Ceni  telah mencetak 100 gol dalam karirnya.

Rogerio Ceni, Kiper yang mahir mencetak gol.

D. Pakaian dan Atribut Kiper.

Kiper harus mengenakan pakaian dan atribut  yang berbeda dengan pemain lain, bahkan berbeda dengan official, ataupun perangkat pertandingan.  Karena sesuatu yang berbeda dari sisi pakaian ini, banyak kiper kelas dunia  menjadi terkenal  karena kepandaiannya menjaga gawang, dan juga karena Jersey yang dipakai.

Contohnya, Kiper  Lev Yashin dari Uni Soviet, yang dijuluki “Spider Hitam” karena pakaian hitamnya yang khas. Klaus Lindenberger dari Austria yang merancang  kostum kiper bergaya badut. Jorge Campos dari Meksiko, yang populer karena kostum kiper yang berwarna-warni.

Jorge Campos,Kiper Mexico dengan kostum warna-warni.

Kiper  disarankan memakai sarung tangan, fungsinya untuk melindungi diri dari cedera, sekaligus untuk memperkuat genggaman ketika menangkap bola.

Sarung tangan bukan pakaian wajib bagi kiper.  Pada Kejuaraan Piala Eropa 2004, kiper Portugal Ricardo melepas sarung tangannya untuk adu penalti di babak perempat final lawan Inggris. Dia kemudian mendapat giliran melakukan tendangan pinalti,  sebelum akhirnya Portugal memenangkan adu pinalti.

E. Cedera Umum.

Seorang Kiper rata-rata mengalami cedera  keseleo Lutut dan cedera pada ligament yang lebih dikenal dengan nama ACL (Anterior Cruciate Ligaments). Terkadang Kiper juga mengalami cedera pada kepala dan leher karena bertabrakan dengan pemain lain.

Jarang kiper mengalami  kelelahan, kram kaki, atau dehidrasi, karena cedera semacam ini lebih banyak terjadi  pada pemain belakang, tengah, dan depan.

F. Rekor Kiper.

Berikut ini beberapa Kiper kelas dunia telah berhasil mencetak rekor ;

  1. Helmuth Duckadam dari Steaua Bucureşti pernah memblokir/menahan empat tendangan penalti berturut-turut di Final Piala Europa 1986 melawan Barcelona.
  2. Stefano Tacconi adalah satu-satunya kiper yang memenangkan semua Kompetisi klub resmi.
  3. José Luis Chilavert adalah satu-satunya kiper yang mencetak hat-trick (tiga gol dalam sebuah permainan), melalui tendangan penalti. Dia juga seorang ahli tendangan bebas.
  4. Rogério Ceni adalah tercatat sebagai pencetak gol terbanyak untuk seorang kiper. Selama kariernya ia pernah mencetak 100 gol. Gol-gol yang ia buat mayoritas dari tendangan bebas dan tendangan penalti.
  5. Gianluigi Buffon saat ini satu-satunya kiper yang meraih Penghargaan UEFA Club Footballer of the Year Award.
  6. Oliver Kahn memegang rekor untuk UEFA Best Club Goalkeeper dan Best European Goalkeeper Awards sebanyak empat kali.
  7. Iker Casillas memegang rekor untuk penampilan terbanyak di FIFPro World XI dan di Tim UEFA of the Year. Dia juga memegang rekor untuk Penghargaan Kiper Terbaik IFFHS Terbaik Dunia, bersama Buffon, memenangkan Penghargaan selama lima tahun berturut-turut antara2008-2012.
  8. Walter Zenga memegang rekor untuk lari terlama dalam turnamen Piala Dunia 1990. Meski sebagai kipper, Zenga Ia berlari selama selama 517 menit di event dunia tersebut.
  9. Gianluigi Buffon, Fabien Barthez dan Iker Casillas memegang rekor paling sedikit kebobolan di Piala Dunia. Ia hanya kebobolan dua gol dan membawa tim mereka meraih kemenangan. Mereka juga dianugerahi Penghargaan Yashin untuk penjaga gawang terbaik.
  10. Oliver Kahn adalah satu-satunya kiper yang memenangkan Golden Adidas Ball untuk pemain terbaik turnamen di Piala Dunia; Lev Yashin adalah satu-satunya kiper yang memenangkan Ballon d’Or.
  11. Iker Casillas memegang rekor paling sedikit kebobolan di Kejuaraan Eropa, dan rekor lari terlama di Kejuaraan Eropa, mengalahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Dino Zoff.
  12. Rekor keseluruhan untuk Clean Sheets internasional dipegang oleh kiper AS Hope Solo. Ia jadi kiper pertama yang mencapai 100  clean sheets di tingkat internasional pada 2016.
  13. Hingga bulan Juni 2017, kiper paling mahal sepanjang masa masih dipegang Gianluigi Buffon. Pada tahun 2001, Gianluigi Buffon dibeli Juventus dari klub Parma dengan biaya transfer € 51.646 juta (100 miliar lira).  Sedangkan kiper termahal diperingkat kedua ditempati Ederson Moraes. Moraes dari klub Benfica dibeli Manchester City  dengan biaya transfer £ 35 juta (40 juta euro) pada tahun 2017.
Gianluigi Buffon, Kiper termahal di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *