FORMASI AWAL PADA PERMAINAN SEPAKBOLA

FORMASI AWAL PADA PERMAINAN SEPAKBOLA

Formasi permainan sepakbola di jaman sekarang, tidak lepas dari Formasi awal pada permainan sepakbola yang muncul di abad 19.

Penerapan Formasi dan strategi bermain sepakbola sudah ada sejak dahulu kala.

Sobat, berikut ini artikel tentang Formasi Awal Pada Permainan Sepakbola, semoga memberikan tambahan pengetahuan untuk anda.

Hampir semua klub sepakbola memiliki formasi utama dan formasi alternatif, ketika akan melakukan sebuah pertandingan. Klub memiliki Formasi lebih dari satu macam, tergantung klub itu bermain menyerang atau bertahan.

Formasi diterapkan sesuai kekuatan dan ketersediaan pemain yang dimiliki sebuah tim. Jika sebuah tim terlalu banyak pemain bertahan, seorang pelatih bisa melakukan strategi defensif (bertahan). Contoh formasi yang bisa dipilih adalah 4-4-2.

Dengan formasi 4-4-2, berarti 4 pemain bertahan, 4 pemain tengah, dan 2 pemain depan.

Formasi 4-4-2, secara tradisional 4 pemain bertahan membentuk garis pertahanan sejajar, demikian juga 4 pemain tengah. Di era sepakbola modern, formasi ini mulai ditinggalkan.

Formasi 4-4-2, di era modern akan diubah menjadi 4-3-3. Empat pemain tengah dibagi menjadi dua pemain gelandang bertahan, dan satu gelandang serang.

Bisa juga formasi 4-4-2 diubah menjadi 4-1-2-1-2, dimana lini tengah terdiri dari satu gekandang bertahan, dua gelandang tengah, dan satu gelandang serang.

Baca : GOALKEEPER (KIPER) ATAU PENJAGA GAWANG DI PERMAINAN SEPAKBOLA

PILIHAN DAN PENERAPAN FORMASI.
Seperti telah saya sampaikan, bahwa pilihan dan penggunaan formasi sering berhubungan dengan ketersediaan pemain.

a. Narrow Formations.
Sebuah Formasi Sempit bisa diterapkan sebuah tim, dengan alasan tim tersebut terlalu banyak pemain tengah/gelandang. Formasi yang dipilih bisa 4-1-2-1-2 atau 4-3-2-1.

Formasi Sempit memungkinkan sebuah tim memasang empat atau lima pemain tengah atau gelandang.

b. Wide Formations.
Wide Formation dapat diterapkan dengan alasan karena sebuah tim kelebihan pemain depan dan sayap.
Wide Formations yang dipilih bisa 4-2-3-1, 3-5-2 dan 4-3-3.

Dengan menerapkan formasi itu, pemain depan dan sayap bebas bergerak untuk melakukan serangan lewat tengah dan memanfaatkan lebar lapangan.

c. Change to Attacking Formations.
Tim dapat merubah formasi ketika permainan sepakbola sedang berlangsung, alasannya untuk membantu penyerangan. Formasi ini memungkinkan sebuah tim mengorbankan pemain bertahan atau pemain tengah, dengan tujuan mengejar kemenangan.

Formasi yang dipilih dari 4-5-1 ke 4-4-2, 3-5-2 ke 3-4-3, atau 5-3-2 ke 4-3-3.

d. Change to Defensive Formations.
Sebuah perubahan formasi untuk bertahan kadang-kadang juga diperlukan dalam sebuah pertandingan sepakbola. Tujuan utamanya adalah untuk mempertahankan kemenangan yang sudah diraih.

Pelatih dapat memilih formasi bertahan, dengan menghilangkan peran pemain penyerang. Perubahan formasi seperti ini bisa dari 4-4-2 ke 5-3-2, 3-5-2 ke 4-5-1, atau 4-4-2 ke 5-4-1.

Sejarah Penerapan Formasi Sepakbola

Ketika permainan sepakbola muncul pada abad 19, belum mengenal penerapan formasi. Kalaupun dikatakan menerapkan formasi, formasi yang dipakai tidak lazim jika diterapkan di era sepakbola modern saat ini.

Ketika Skotlandia bertanding lawan Inggris pada 30 November 1872, Inggris menggunakan formasi 1-1-8, yaitu satu orang pemain bertahan, satu orang berkeliaran di tengah lapangan, dan 8 orang mendapat tugas menyerang tim lawan. Formasi 1-1-8 itu kadang bisa berubah menjadi 1-2-7.

Sementara itu tim Skotlandia memakai formasi 2-2-6.

Meski sama-sama menerapkan formasi menyerang, pertandingan itu tetap berakhir dengan skor 0-0.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *